“KEKAGUMAN KU DI PANTAI LADA" (PUISI)

 

“Kekagumanku di Pantai Lada”

Di pelukan angin laut
di tepian Pantai Kuta Mandalika
aku berdiri seperti seorang pengembara
yang baru saja menemukan halaman pertama
dari keindahan dunia.

Langit menumpahkan birunya
ke dalam laut yang hijau kebiruan,
seolah alam sedang melukis
dengan kuas cahaya yang lembut.

Pasirnya—
putih, halus, berkilau seperti butiran lada,
menyimpan jejak langkahku
yang gemetar oleh kagum.

Ombak datang seperti bisikan rahasia,
menyentuh kakiku dengan lembut
seakan berkata:
“Lihatlah, dunia ini begitu indah.”

Di hadapan hamparan laut
aku merasa kecil,
namun hatiku justru membesar
oleh syukur yang tak terucap.

Darahku berdesir,
bukan oleh takut,
melainkan oleh cinta
pada keagungan Sang Pencipta
yang menulis puisi-Nya
di langit, laut, dan pasir.

Dan di tempat ini—
di Pantai Kuta Mandalika
aku belajar satu hal:

bahwa kadang
surga tidak perlu dicari jauh-jauh,
ia bersembunyi
di ujung ombak
yang memeluk pantai.

Jakarta, 18 Mei 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

MENULIS RESUME DI BLOG

Menyusun Bahan Ajar yang Tercerai Berai Menjadi Buku Pelajaran