Postingan

Belajar dari Rumah, Bergerak Bersama, Sehat Bersama

Gambar
Belajar dari Rumah, Bergerak Bersama, Sehat Bersama Di tengah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pembiasaan senam bersama tetap kami laksanakan. Jika sebelumnya guru dan siswa dapat berkumpul di lapangan sekolah, kali ini lapangan itu berpindah ke ruang keluarga masing-masing. Saya  bersama para guru berusaha memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada olah pikir, tetapi juga diimbangi dengan olahraga. Di Selasa pagi, sejak pukul 06.30 WIB, layar Zoom mulai dipenuhi wajah-wajah ceria siswa bersama orang tua. Dari rumah masing-masing, mereka bersiap mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh guru-guru dari sekolah. Ada yang bergerak dengan penuh semangat, ada yang sesekali tertawa karena gerakannya belum kompak, bahkan ada pula orang tua yang ikut larut dalam keseruan senam pagi. Jarak memang memisahkan, tetapi semangat untuk sehat dan kebersamaan tetap terasa begitu dekat. Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar...

Abu Vulkanik Menjadi Pengingat: "Keselamatan Anak Adalah Kebijakan Utama"

Gambar
Abu Vulkanik  Menjadi Pengingat: "Keselamatan Anak Adalah Kebijakan Utama" Oleh: ST. Rahmawati, S.Pd. Kepala SDN Cibubur 11 Pagi, Jakarta Timur Informasi mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang mulai mencapai sejumlah wilayah, termasuk kawasan Jabodetabek dan Jakarta, menjadi perhatian serius.  Di balik butiran debu yang begitu kecil, ada kesehatan anak-anak yang harus kami lindungi. Ada mata yang mungkin mengalami iritasi. Ada saluran pernapasan yang mungkin terganggu. Ada anak-anak yang memiliki kondisi tubuh berbeda-beda dan lebih rentan terhadap paparan udara yang tidak sehat. Surat Edaran Dinas Menjadi Dasar Kami Bertindak Pada 6 September 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta menerbitkan Surat Edaran Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Abu Vulkanik . Surat edaran tersebut pada prinsipnya mengingatkan satuan pendidikan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pap...

Petualangan Kecil di Tengah Laut

Gambar
Sejujurnya, aku tidak pernah bermimpi menjelajah lautan lepas hanya dengan menaiki perahu kecil milik nelayan. Aku hanya terbiasa menikmati laut dari pinggir pantai saja. Bisa duduk santai, menikmati angin, foto-foto, lalu pulang. Aman. 😄 Tapi perjalanan kali ini berbeda. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya aku dan beberapa teman berada di sebuah perahu kecil dan perlahan meninggalkan daratan. Awalnya sih biasa saja. Malah seru. Kami masih sibuk bercanda, tertawa, foto-foto, dan menikmati pemandangan laut yang luas. Semakin jauh perahu berjalan, daratan mulai terlihat semakin kecil. Nah… di sinilah mulai muncul masalah. Bukan masalah dengan perahunya, bukan juga dengan nelayannya. Masalahnya ada di kepala saya sendiri. 😂 Mulai muncul berbagai pikiran aneh. "Kalau tiba-tiba ombaknya besar bagaimana?" "Bagaimana kalau perahunya terbalik?" "Kalau saya jatuh ke laut, siapa yang akan menolong?" Dan pertanyaan yang paling bikin saya tambah stres: ...

Tangis Haru Warnai Perpisahan Mahasiswa PPL STKIP Kusumanegara di SDN Cibubur 11

Gambar
  Tangis Haru Warnai Perpisahan Mahasiswa PPL STKIP Kusumanegara di SDN Cibubur 11 JAKARTA, 3 September 2026 — Suasana haru dan penuh rasa kekeluargaan menyelimuti halaman SDN Cibubur 11 pada Kamis (3/9/2026).  Setelah genap satu bulan melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), sebanyak 8 mahasiswa dari kampus STKIP Kusumanegara resmi menyelesaikan masa praktik mengajar mereka dan berpamitan kepada seluruh civitas akademika sekolah. Sejak pertama kali menginjakkan kaki pada 27 Juli 2026 lalu, kedelapan mahasiswa tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut aktivitas pembelajaran di SDN Cibubur 11. Tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan di dalam kelas, mereka juga berhasil membangun ikatan emosional yang begitu erat dengan para siswa melalui pendekatan mengajar yang kreatif, ramah, dan penuh kesabaran. Momen perpisahan yang digelar di halaman sekolah ...

Perempuan yang Mencintai Bunga (PUISI)

Gambar
Seperti bunga lantana yang merekah, dengan merah yang menyimpan rasa, jingga yang memeluk bahagia, dan kuning yang menyalakan harapan, begitulah hatiku— sederhana, tetapi penuh warna. Aku mencintai bunga, bukan karena ia harus sempurna, bukan pula karena warnanya harus sama. Aku menyukainya karena setiap kelopak datang membawa cerita, tentang kehidupan yang tetap indah meski tumbuh di antara kerasnya dunia. Bagiku, bunga adalah bahasa hati. Ia tak banyak bicara, namun mampu membuat mata tersenyum. Ia tak pernah meminta untuk dikagumi, namun selalu berhasil menghadirkan rasa suka cita bagi siapa saja yang mau berhenti sejenak untuk memandangnya. Mungkin begitulah aku sebagai perempuan— yang diam-diam menyimpan banyak rasa, yang mudah jatuh cinta pada keindahan, yang bahagia hanya karena melihat sesuatu yang sederhana tumbuh dan merekah. Jika suatu hari kau bertanya seperti apa hatiku, jangan mencarinya pada kata-kata. Lihatlah bunga lantana itu… ...

Tegas Tanpa Marah: Ketika Kepala Sekolah Memilih Tenang dalam Menghadapi Pelanggaran

Gambar
Menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang mengatur program, membagi tugas, atau memastikan kegiatan sekolah berjalan sesuai rencana. Ada satu tugas yang jauh lebih menantang: mengelola manusia dengan segala karakter, kebiasaan, dan cara berpikirnya. Di sekolah, kita bekerja bersama orang-orang yang berbeda. Ada yang cepat merespons pesan, ada yang membutuhkan waktu. Ada yang sangat disiplin, ada pula yang sesekali harus diingatkan. Ada yang mudah menerima arahan, tetapi ada juga yang baru berubah setelah diberikan batas yang tegas. Di sinilah seorang kepala sekolah diuji. Bukan tentang seberapa keras suaranya ketika marah, tetapi seberapa tenang ia ketika menghadapi masalah. Tidak Semua Masalah Harus Diselesaikan dengan Emosi Ada kalanya seorang kepala sekolah menghubungi guru atau tenaga kependidikan untuk urusan pekerjaan, tetapi telepon tidak diangkat. Pesan WhatsApp tidak segera dijawab. Bahkan ketika hal tersebut berulang, tentu muncul rasa kesal. Namun, seoran...

RAHASIA WANGI SANG MELATI (PUISI)

Gambar
Rahasia Wangi Sang Melati Di sudut halaman yang sunyi kau tumbuh dari sabar yang kecil, dari jemari yang dulu menanam harap di tanah yang masih basah oleh mimpi. Daun-daunmu kini hijau dan dewasa, merambat pelan menantang waktu, seperti kisah panjang yang terus berjalan meski jawaban belum juga datang. Wahai melati yang kupelihara sejak pagi usia, aku tahu diam bukan berarti hampa. Di dalam batangmu mungkin sedang disusun rahasia harum yang belum waktunya tiba. Setiap hari aku menatapmu seperti menunggu surat dari langit— kapan kelopak putihmu akan membuka, membebaskan wangi yang selama ini kusebut rindu. Barangkali bunga memang mengerti waktu, bahwa keindahan tak pernah lahir dari tergesa. Maka aku pun belajar darimu, bersabar dalam sunyi yang setia. Dan bila suatu pagi kau akhirnya berbunga, aku tahu itu bukan sekadar mekar— melainkan jawaban dari penantian panjang yang diam-diam tumbuh bersama akar. Jakarta, 18 Mei 2026