Petualangan Kecil di Tengah Laut
Sejujurnya, aku tidak pernah bermimpi menjelajah lautan lepas hanya dengan menaiki perahu kecil milik nelayan. Aku hanya terbiasa menikmati laut dari pinggir pantai saja. Bisa duduk santai, menikmati angin, foto-foto, lalu pulang. Aman. 😄
Tapi perjalanan kali ini berbeda.
Entah bagaimana ceritanya, akhirnya aku dan beberapa teman berada di sebuah perahu kecil dan perlahan meninggalkan daratan. Awalnya sih biasa saja. Malah seru. Kami masih sibuk bercanda, tertawa, foto-foto, dan menikmati pemandangan laut yang luas.
Semakin jauh perahu berjalan, daratan mulai terlihat semakin kecil.
Nah… di sinilah mulai muncul masalah.
Bukan masalah dengan perahunya, bukan juga dengan nelayannya.
Masalahnya ada di kepala saya sendiri. 😂
Mulai muncul berbagai pikiran aneh.
"Kalau tiba-tiba ombaknya besar bagaimana?"
"Bagaimana kalau perahunya terbalik?"
"Kalau saya jatuh ke laut, siapa yang akan menolong?"
Dan pertanyaan yang paling bikin saya tambah stres:
"Bukankah saya ini tidak pandai berenang?"
Seketika saya merasa perahu yang kami naiki seperti semakin kecil, sementara laut di sekeliling terasa semakin luas.
Apalagi ketika ombak mulai sedikit mengencang. Perahu bergoyang mengikuti irama ombak. Teman-teman mungkin biasa saja, tapi saya mulai memperhatikan gerakan perahu dengan lebih serius.
Goyang sedikit...
Saya diam.
Goyang agak besar...
Saya mulai waspada.
Kalau sampai datang ombak besar?
Waduh... jangan sampai!
Padahal belum tentu terjadi apa-apa. Tapi begitulah kalau pikiran sudah mulai ke mana-mana. Belum terjadi sesuatu, kita sudah sibuk memikirkan kemungkinan terburuknya.
Lucunya, di tengah kecemasan saya itu, teman-teman justru semakin ramai.
Ada saja yang bercanda.
Ada saja yang tertawa.
Ada saja tingkah mereka yang membuat suasana menjadi riuh.
Saya yang tadinya sibuk membayangkan perahu terbalik, akhirnya ikut tertawa juga.
Dan ternyata, tawa teman-teman cukup ampuh mengalahkan rasa takut.
Setiap kali ombak datang, kami malah sibuk bercanda. Ketika perahu bergoyang, ada yang berteriak sambil tertawa. Kamera dan ponsel pun tetap sibuk mengabadikan momen.
Mungkin kalau perjalanan itu saya jalani sendirian, ceritanya akan berbeda.
Tapi karena bersama teman-teman, rasa takut itu seperti tertutup oleh suara tawa dan canda.
Di tengah laut itu saya kemudian sadar, ternyata kehidupan di laut juga punya cerita tersendiri.
Para nelayan setiap hari mungkin sudah terbiasa menghadapi luasnya lautan, ombak, angin, dan segala ketidakpastian di atas air. Bagi kami yang hanya sesekali naik perahu, sedikit ombak saja sudah bisa membuat jantung berdebar. Sementara bagi mereka, laut adalah tempat mencari kehidupan.
Hari itu saya memang bukan sedang mencari ikan.
Saya hanya sedang mencari pengalaman.
Dan ternyata saya mendapat lebih dari yang saya bayangkan.
Saya belajar bahwa rasa takut itu wajar. Bahkan ketika kita sedang melakukan sesuatu yang sebenarnya menyenangkan, rasa cemas tetap bisa muncul. Yang penting, jangan sampai rasa takut membuat kita kehilangan kesempatan untuk menikmati sebuah pengalaman.
Karena kalau terus memikirkan, "Bagaimana kalau begini? Bagaimana kalau begitu?", bisa-bisa perjalanan belum selesai, kita sudah lelah duluan karena sibuk berperang dengan pikiran sendiri. 😄
Untungnya hari itu saya bersama teman-teman.
Ada mereka yang membuat perjalanan terasa ringan.
Ada tawa yang membuat kecemasan perlahan hilang.
Ada canda yang membuat saya lupa bahwa kami sedang berada di tengah lautan.
Dan akhirnya, perahu kecil itu membawa kami kembali ke daratan dengan selamat.
Begitu kaki kembali menginjak daratan, rasanya lega sekali.
Dalam hati saya cuma berkata,
"Alhamdulillah... akhirnya sampai juga." 😄
Tapi setelah semuanya selesai, justru muncul rasa senang.
Ternyata saya pernah melewati perjalanan yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan.
Pernah berada di tengah laut.
Pernah merasakan sedikit takut.
Pernah berpikir macam-macam.
Dan pernah tertawa lepas bersama teman-teman di atas sebuah perahu kecil, di tengah lautan yang begitu luas.
Mungkin suatu hari nanti, ketika melihat kembali foto dan video perjalanan ini, saya akan tersenyum sendiri.
Bukan karena saya sudah tidak takut pada laut.
Tapi karena saya akan ingat satu hal:
Ternyata, rasa takut bisa menjadi bagian dari sebuah cerita yang indah, apalagi kalau kita menjalaninya bersama orang-orang yang tepat.
Dan perjalanan kecil di tengah laut itu akhirnya bukan menjadi cerita tentang ketakutan.
Melainkan cerita tentang persahabatan, keberanian, tawa, dan sebuah pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.
Komentar