RAHASIA WANGI SANG MELATI (PUISI)
Rahasia Wangi Sang Melati
Di sudut halaman yang sunyi
kau tumbuh dari sabar yang kecil,
dari jemari yang dulu menanam harap
di tanah yang masih basah oleh mimpi.
Daun-daunmu kini hijau dan dewasa,
merambat pelan menantang waktu,
seperti kisah panjang yang terus berjalan
meski jawaban belum juga datang.
Wahai melati yang kupelihara sejak pagi usia,
aku tahu diam bukan berarti hampa.
Di dalam batangmu mungkin sedang disusun
rahasia harum yang belum waktunya tiba.
Setiap hari aku menatapmu
seperti menunggu surat dari langit—
kapan kelopak putihmu akan membuka,
membebaskan wangi yang selama ini kusebut rindu.
Barangkali bunga memang mengerti waktu,
bahwa keindahan tak pernah lahir dari tergesa.
Maka aku pun belajar darimu,
bersabar dalam sunyi yang setia.
Dan bila suatu pagi kau akhirnya berbunga,
aku tahu itu bukan sekadar mekar—
melainkan jawaban dari penantian panjang
yang diam-diam tumbuh bersama akar.
Jakarta, 18 Mei 2026
Komentar