Belajar dari Rumah, Bergerak Bersama, Sehat Bersama
Belajar dari Rumah, Bergerak Bersama, Sehat Bersama
Di tengah pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pembiasaan senam bersama tetap kami laksanakan. Jika sebelumnya guru dan siswa dapat berkumpul di lapangan sekolah, kali ini lapangan itu berpindah ke ruang keluarga masing-masing. Saya bersama para guru berusaha memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada olah pikir, tetapi juga diimbangi dengan olahraga.
Di Selasa pagi, sejak pukul 06.30 WIB, layar Zoom mulai dipenuhi wajah-wajah ceria siswa bersama orang tua. Dari rumah masing-masing, mereka bersiap mengikuti gerakan senam yang dipandu oleh guru-guru dari sekolah.
Ada yang bergerak dengan penuh semangat, ada yang sesekali tertawa karena gerakannya belum kompak, bahkan ada pula orang tua yang ikut larut dalam keseruan senam pagi. Jarak memang memisahkan, tetapi semangat untuk sehat dan kebersamaan tetap terasa begitu dekat.
Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar tidak selalu harus dengan buku dan pensil. Belajar juga bisa melalui gerakan, keceriaan, kebersamaan, dan pengalaman sederhana yang membangun karakter.
Sebagai kepala sekolah, saya percaya bahwa PJJ tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembiasaan-pembiasaan baik yang selama ini telah tumbuh di sekolah. Justru dalam situasi seperti inilah kreativitas dan kolaborasi guru, siswa, serta orang tua semakin dibutuhkan.
Hari ini kita mungkin tidak berdiri di lapangan yang sama.
Tetapi kita tetap bisa bergerak dalam irama yang sama, tertawa dalam kebersamaan, dan menanamkan semangat yang sama.
Sekolah adalah tempat menumbuhkan manusia yang sehat, bahagia, berkarakter, dan siap menghadapi kehidupan.
Saya ingin memastikan bahwa meskipun anak-anak belajar dari rumah, mereka tetap merasakan bahwa sekolah hadir bersama mereka.
Guru tetap mendampingi.
Orang tua tetap terlibat.
Dan sekolah tetap bergerak.
SDN Cibubur 11 — Belajar dari mana saja, tumbuh bersama, dan tetap bergerak untuk menjadi lebih baik.
Komentar