Ketika Lelah terbayarkan oleh gundukan Piala (PUISI)

Ketika Lelah Terbayarkan oleh Gundukan Piala

Di halaman sekolah yang basah oleh pagi,
langkah-langkah kecil berbaris penuh mimpi.
Seragam cokelat melekat pada bahu yang belum tinggi,
namun tekadnya menjulang melebihi langit hari ini.

Peluh menetes di setiap permainan,
tawa bercampur dengan napas yang terengah.
Kadang kalah, kadang hampir menyerah,
namun tangan-tangan kecil itu tetap saling menggenggam erat.

Di setiap aba-aba dan sorak semangat,
terdengar janji yang tak pernah diucap lantang:
bahwa usaha tak akan sia-sia,
bahwa keberanian selalu menemukan jalannya.

Dan ketika matahari mulai condong,
di hadapan mereka berdiri bukti perjuangan—
piala-piala berkilau seperti bintang yang turun ke bumi,
tersusun tinggi, bagai gunung kemenangan kecil.

Lelah yang tadi menggantung di pundak,
perlahan berubah menjadi senyum yang merekah.
Di antara tawa dan rasa bangga,
mereka belajar arti sebuah perjalanan.

Bahwa kemenangan bukan hanya tentang piala,
melainkan tentang langkah yang tak berhenti mencoba.
Namun hari ini,
biarlah gundukan piala itu menjadi saksi—
bahwa kerja keras anak-anak kecil
mampu membuat dunia tersenyum bangga.

Minggu, 10 Mei 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENJADIKAN MENULIS SEBAGAI PASSION

MENULIS RESUME DI BLOG

Menyusun Bahan Ajar yang Tercerai Berai Menjadi Buku Pelajaran