PUIsi (1)
KUMPULAN PUISI
“Ketika Kata Menjadi Makna”
Di ujung pena, kata-kata menunggu lahir,
tersusun rapi dalam sunyi pikiran.
Bukan sekadar huruf yang berbaris,
tetapi makna yang mencari kehidupan.
Seperti memilih warna pada kanvas rasa,
Seperti cahaya yang menenangkan jiwa,
kata-lah yang mampu menggugah dunia.
Tak selalu harus kata yang rumit,
kadang yang sederhana justru paling menyentuh.
Karena keindahan bahasa lahir
dari ketulusan hati yang menulisnya.
kata bukan sekadar bunyi.
Ia adalah jembatan rasa,
antara penulis dan hati pembaca
@hening124 (kamis, 7 mei 2026)

Komentar
Posting Komentar