Pemanfaatan AI untuk Menulis
Judul: Pemanfaatan AI untuk Menulis
Resume ke: 19 (KBMN PGRI Gelombang 34)
Hari/Tanggal: Rabu, 03 Juni 2026
Narasumber: Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd.
Moderator: Dail Ma’ruf, M.Pd.
Alhamdulillah, pada pertemuan ke-19 KBMN PGRI Gelombang 34, saya mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia kepenulisan. Materi yang disampaikan oleh Dr. Wijaya Kusuma, M.Pd. membuka pemahaman saya bahwa AI bukanlah ancaman bagi penulis, melainkan alat bantu yang dapat dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam menulis.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya AI, telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang, termasuk dunia literasi. Kehadiran AI dapat membantu penulis dalam mencari ide, menyusun kerangka tulisan, mengembangkan paragraf, hingga melakukan penyuntingan naskah. Dengan bantuan AI, proses menulis dapat menjadi lebih cepat dan efisien.
Namun demikian, AI tidak boleh dijadikan pengganti sepenuhnya dalam proses berpikir. Menurut saya, poin terpenting dari materi malam ini adalah bahwa nilai sebuah tulisan tidak terletak pada kecanggihan teknologi yang digunakan, melainkan pada pengalaman, pemikiran, perasaan, dan ketulusan penulisnya. AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan ruh tulisan tetap berasal dari manusia.
Narasumber juga mengingatkan agar penulis tetap aktif membaca, merenung, belajar, dan memperkaya pengalaman hidup. Hal-hal tersebut tidak dapat digantikan oleh AI. Teknologi dapat membantu menyusun kata-kata, tetapi tidak mampu menggantikan kepekaan, empati, dan kebijaksanaan yang lahir dari pengalaman manusia.
Selain itu, saya memahami bahwa masa depan akan dimiliki oleh mereka yang mampu memadukan kecerdasan manusia dengan kecanggihan teknologi. Oleh karena itu, sebagai penulis kita perlu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan kemampuan berpikir kritis.
Materi ini juga memberikan motivasi untuk terus belajar dan menulis. Setiap tulisan yang kita hasilkan berpotensi menjadi sumber ilmu, inspirasi bagi orang lain, serta amal jariyah yang manfaatnya terus mengalir. Karena itu, kemampuan memanfaatkan AI secara tepat dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas karya tulis.
Dari materi malam ini, saya menyimpulkan bahwa AI bukanlah musuh bagi penulis, melainkan mitra yang dapat membantu proses berkarya apabila digunakan secara bijaksana. Sebagai penulis, kita harus tetap mengedepankan pemikiran, pengalaman, dan hati nurani dalam setiap tulisan. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi kreativitas dan nilai kemanusiaan tetap menjadi kekuatan utama sebuah karya.
Sebagaimana pesan yang disampaikan narasumber, “Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang akan terjadi.” Semoga ilmu yang diperoleh pada pertemuan ini dapat menambah semangat saya untuk terus belajar, menulis, dan berbagi manfaat kepada sesama.
Komentar